Selasa, 03 Mei 2016

laporan paleontologi



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG

Paleontologi berasal dari kata, paleo   : masa lampau / kuno
Onthos : kehidupan
Logos  : ilmu
Jadi paleontology adalah ilmu yang mempelajari kehidupan di masa lampau atau ilmu yang mempelajari tentang fosil dan cara hidup makhluk hidup.
Ilmu paleontology sangat penting bagi geologi dalam penentuan umur batuan dan lingkungan pengendapan.
Dalam laporan ini penulis mencoba menganalisis makhluk hidup dan fosil yang terbagi atas beberapa phylum dan sub phylum.
Oleh karena itu dalam laporan ini akan membahas peranan makhluk hidup dan hewan yang telah menjadi fosil.
1.2  TUJUAN
·         Agar kita bisa menganalisis fosil
·         Kita dapat menetahui dari mana fosil itu berasal
·         Dan kita bisa mengetahui pada masa – masa fosil tersebut hidup
1.3  ALAT DAN BAHAN
·         Alat
Ø  Alat tulis
Ø  Lembar deskripsi
·         Bahan
Ø  Hewan vertebrata
Ø  Hewan invertebrata
1.4  PROSEDUR KERJA
·         Mengambil atau mencari hewan yang akan di deskripsi.
·         Mendeskripsikan hewan yang telah kita temukan
·         Dokumentasikan dan digambarkan hewan maupun fosil yang telah di deskripsi.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 PALEONTOLOGI
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah kehidupan di bumi termasuk hewan dan tumbuhan zaman lampau yang telah menjadi fosil.
Paleontologi adalah Orang yang mengeluti bidang Paleontologi
Paleontologi berasal dari bahasa yunani, yaitu paleon yang berarti tua atau yang berkaitan dengan masa lalu ontos berarti kehidupan dan logos yang berarti ilmu atau pembelajaran, atau di pihak lain menyebutkan bahwa paleontology adalah juga paleobiologi ( paleon = tua, bios = hidup, logos = ilmu ) jadi paleontologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sejarah.
2.2 INVERTEBRATA
Invertebrata adalah organisme yang paling berlimpah di bumi. Mereka menempati hampir semua habitat, mereka dapat ditemukan merayap, terbang, berenang atau mengambang. Invertebrata adalah hewan tanpa tulang punggung. Hewan ini tidak memiliki kerangka internal yang terbuat dari tulang. Invertebrata memainkan peran penting dalam ekosistem bumi.
invertebrata
Gambar 2.1 hewan invertebrata
Sekitar 99 persen dari organisme yang dikenal adalah invertebrata. Didalam planet ini diperkirakan 15-30000000 spesies sekitar 90% dari binatang adalah invertebrata. Invertebrata datang dalam berbagai bentuk dan ukuran dan memberikan layanan yang sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Invertebrata yang paling umum termasuk spons, Annelida, echinodermata, moluska dan arthropoda. Arthropoda meliputi serangga, krustasea dan arakhnida.
2.1.1 PORIFERA
A.   Pengertian Porifera
Porifera dalam bahasa latin, kata Porus berarti Pori dan Fer berarti membawa. Porifera adalah hewan multiseluler (metazoa) yang paling sederhana. Hewan ini memiliki ciri umum, yaitu tubuhnya berpori seperti busa atau spons sehingga porifera disebut juga sebagai hewan spons.

B.   Ciri-ciri Porifera
1. Sudah merupakan Metazoa (Metazoa tingkat rendah), (Metazoa = hewan bersel banyak), sebab walaupun tubuhnya sudah berdiri dari banyak sel tetapi jaringan tubuhnya masih sederhana karena :
a. Belum mempunyai organ tubuh yang khusus
b. Belum mempunyai sistem saraf
Yang menanggapi rangsang adalah sel-sel individual.
c. Belum mempunyai saluran pencernaan makanan yang khusus.
Pencernaan makanan secara intra seluler (pencernaan makanan dalam sel) karena masih intraseluler maka disebut Parazoa.
2. Dinding tubuhnya berpori-pori (maka disebut Porifera) dan sudah mempunyai sistem canol.
3. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapis antara lain :
a. Lapisan luar = epidermis
Tersusun dan dermal-dermal epitelium
b. Lapisan dalam
Tersusun dari Choanocyte = deretan sel leher masing-masing Choanocyle dilengkapi dengan Flogellum diantara 2 lapisan (lapisan dalam dan luar) terhadap zat antara berupa gelotin yang disebut Mesoglea atau Mesenchym.
4. Tubuh dilengkapi kerangka yang berupa Spicula-spicula yang berasal dari :
- Kapur (Ca CO3)
- Silicat (H9 Si3O2)
- Campuran kapur + silikat
Kerangka tersebut terdapat didalam lapisan Mesogles.
5. Tempat hidup
- Dilaut (kebanyakan)
- Air tawar (beberapa)
6. Pada tubuh Porifera terdapat pori-pori sebagai jalan masuknya air yang membawa makanan, kemudian oleh flagela yang ada pada koanosit, zat-zat makanan tadi akan ditangkap dan akan dicerna oleh koanosit atau sel leher. Setelah makanan tercerna, oleh sel amoebosit, maka sari-sari makanan akan diedarkan ke seluruh tubuh. Air yang sudah tidak mengandung zat-zat yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui oskulum. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terdapat rongga yang disebut mesenkim atau mesoglea tempat dari sel amoeboid dan skleroblast yang merupakan penyusun rangka atau spikula berada. Porifera tidak mempunyai sel saraf. Sel-sel pada Porifera sensitif terhadap rangsang antara lain choanocyt dan myocyt, karena itu gerakan dari flagellum pada choanocyt tergantung pada keadaan lingkungan.

      Struktur dan Fungsi Tubuh
Tubuh porifera belum membentuk jaringan dan organ sehingga porifera dikelompokkan dalam protozoa.Tubuh memiliki banyak pori-pori (ostium) yang merupakan celah masuknya air ke rongga dalam tubuh yang berukuran lebih lebar yang disebut spongocoel. Dari spongocoel, air kemudian keluar melalui oskulum, yang terdapat dipermukaan oral (atas) tubuh.
Struktur anatomi porifera :
1.         Lapisan luar tubuh (epidermis) terdiri dari selapis sel yang membentuk celah-celah kecil yang disebut ostium. Sel yang membentuk dan menggerakkan ostium disebut porosit.
2.         Lapisan dalam (endodermis) terdiri atas sel berbentuk leher yang disebut koanosit. Koanosit memiliki inti, vakuola dan flagela yang berkaitan dengan fungsi sel ini sebagai ‘alat’ pencernaan. Pencernaan terjadi di dalam koanosit, oleh karena itu disebut memiliki pencernaan interseluler.
Antara tubuh bagian luar dan dalam terdapat lapisan tengah (mesoglea/mesenkim) yang terdiri dari 3 model sel, yaitu amubosit dan skleroblast dan arkeosit. Dinamakan amubosit merujuk kepada bentuk dan sifat selnya yang menyerupai bentuk dan sifat amuba, yang mudah berubah bentuk. Skleroblast menghasilkan rangka yang disebut spikula. Spikula umumnya terbuat dari mineral kalsium karbonat dan silika, sedangkan yang lain terbuat dari bahan organik spongin. Sedangkan arkeosit berfungsi dalam reproduksi sel secara seksual.
Porifera belum memiliki sistem pencernaan yang sempurna.Pencernaan dilakukan secara sederhana dengan cara menyaring makanan, berupa plankton dan bakteri, yang terlarut dalam air. Sel yang berperan dalam proses ini adalah koanosit. Setelah itu, maka tugas selanjutnya, yaitu mengedarkan makanan dilakukan oleh amubosit. Amubosit pula yang berperan mengangkut zat sisa pencernaan untuk dibuang.

      Cara Hidup dan Habitat
Porifera hidup secara heterotof. Makanannya adalah bakteri dan plankton.Makanan yang masuk kedalam tubuhnya berbentuk cairan sehingga porifera disebut juga sebagai pemakan cairan. Pencernaan dilakukan secara intraseluler di dalam koanosit dan amoebosit.
Habitat porifera umumnya di laut, mulai dari tepi pantai hingga laut dengan kedalaman 5 km.Sekitar 150 jenis porifera hidup di ait tawar, misalnya Haliciona dari kelas Demospongia.
Porifera yang telah dewasa tidak dapat berpindah tempat (sesil), hidupnya menempel pada batu atau benda lainya di dasar laut. Karena porifera yang bercirikan tidak dapat berpindah tempat, kadang porifera dianggap sebagai tumbuhan.

      Reproduksi
Porifera melakukan Reproduksi Aseksual maupun Reproduksi Seksual.
1.     Reproduksi secara aseksual terjadi dengan pembentukan tunas dan gemmule. Gemmule disebut juga tunas internal. Gemmule dihasilkan hanya menjelang musim dingin di dalam tubuh porifera yang hidup di air tawar. Porifera dapat membentuk individu baru dengan regenerasi.
2.     Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (antara sperma dan ovum). Ovum dan sperma dihasilkan oleh koanosit. Sebagian besar Porifera menghasilkan ovum dan juga sperma pada individu yang sama sehingga porifera bersifat Hermafrodit.
C.        Klasifikasi Filum Porifera
Berdasarkan bahan penyusun rangkanya, porifera diklasifikasikan menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinellida atau Hyalospongiae, Demospongiae, dan Calcarea (Calcisspongiae).
           Hexactinellida
Kerajaan     : Animalia
Filum            : Porifera
Kelas            : Hexactinellida (Schmidt, 1870)
Sub Kelas   : Hexasterophora dan Amphidiscophora
Order           : Amphidiscosida
Order           : Aulocalycoida, Hexactinosa dan Lychniscosa

2.1.2 MOLLSCA

A.    Pengertian Mollusca
Mollusca berasal dari bahasa latin yaitu molluscus yang artinya lunak. Jadi Filum Mollusca adalah kelompok hewan invertebrata yang memiliki tubuh lunak. Tubuh lunaknya itu dilindungi oleh cangkang, meskipun ada juga yang tidak bercangkang. Mollusca yang sudah tidak asing lagi bagi kita adalah siput. Siput merupakan salah satu mollusca yang termasuk ke dalam kelas gastropoda. yaitu berjalan dengan menggunakan perutnya.

Mollusca terdiri dari tiga bagian utama yaitu:
1.         Kaki
Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian Ventral tubuh yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak. Pada sebagian mollusca kaki telah termodifikasi menjadi tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
2.         Massa Viseral
Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari mollusca. Di dalam massa viseral terdapat organ-organ seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Massa viseral dilindungi oleh mantel.
3.         Mantel
Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa viseral. Mantel membentuk suatu rongga yang disebut rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan. Cairan tersebut adalah tempat lubang insang, lubang ekskresi dan anus.
Sistem syaraf mollusca terdiri dari cincin syaraf. Sistem syaraf ini mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Mollusca juga memiliki lidah bergerigi yang berfungsi untuk melumatkan makanan. Lidah bergerigi itu disebut radula.
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan, ikan, ataupun mollusca lainnya. Mollusca hidup di air maupun di darat. Mollusca yang hidup di air contohnya sotong dan gurita. Sedangkan yang hidup di darat contohnya siput. Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang yang berada pada rongga mantel.
Mollusca bereproduksi secara seksual. pada umumnya organ reproduksi jantan dan betina pada umumnya terpisah pada individu lain (gonokoris). Namun, meski begitu jenis siput tertentu ada yang bersifat Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan secara internal ataupun eksternal sehingga menghasilkan telur. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan pada akhirnya akan menjadi mollusca dewasa.

B.     Karakteristik Mollusca
Moluska adalah anggota dari filum sangat besar dan beragam aminals invertebrata yang dikenal sebagai mollusca. filum menyediakan beberapa hewan paling akrab, termasuk univalves (kelas Gastropoda), bivalvia (kelas Bivalvia) dan cephalopoda (kelas cephalopoda). Filum mollusca juga termasuk kurang dikenal froms menyedot sebagai Chitons (kelas Polyplacophora) dan gading menjual (kelas Scaphopoda), antara lain.
The mollusca dari sektor Antartika dan sub-Antartika Samudra selatan dijelaskan cukup baik, sedikit pun beberapa 1.200 moluska diidentifikasi dari daerah, yang didominasi oleh gastropoda diikuti oleh bivalvia (Lince et al. 2006). Sampai saat ini kita tahu kira-kira tujuh puluh enam morfospesies molluscan dari lima kelas dari wilayah HIMMI. banyak di antaranya terlalu kecil untuk ditangkap sebagai bycatch dan hanya taksa yang lebih besar seperti cumi, siput besar atau kerang akan akrab bagi pengamat. Namun penting untuk membuat pengamat menyadari Divercity moluska mereka cenderung encounther.
Mollusca adalah hewan lunak dan tidak memiliki ruas. Tubuh hewan ini tripoblastik { mempunyai 3 lapisan lembaga, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah) dan endoderm (lapisan dalam) }, bilateral simetri, umumnya memiliki mantelyang dapat menghasilkan bahan cangkok berupa kalsium karbonat. Cangkok tersebut berfungsi sebagai rumah (rangka luar) yang terbuat dari zat kapur misalnya kerang tiram, siput sawah dan bekicot.(Drs. Adun Rusyana, M.Pd. : 86)
Cangkok kerang ini terdiri dari dua belahan, sedangkan cangkok siput berbentuk seperti kerucut yang melingkar. Perbedaan lainnya, kaki siput tipis dan rata. Fungsinya adalah untuk berjalan dengan cara kontraksiotot. (Drs. Adun Rusyana, M.Pd. : 87).
Mollusca mempunyai alat pencernaan yang sempurna mulai dari mulut yang mempunyai radula (lidah perut) sampai dengan anus terbuka didaerah rongga mantel. Pernapasan dilakukan dengan menggunakan insang atau “paru-paru”, mantel atau oleh bagian epidermis. Alat eksresi berupa ginjal. Sistem syaraf terdiri atas tiga pasang ganglion yaitu ganglion cerebral, ganglion visceral dan ganglion pedal yang ketiganyadi hubungkan oleh tali-tali saraf longitudinal. (Drs. Adun Rusyana, M.Pd. : 87).

Ciri-ciri Mollusca:
  1. Merupakan hewan multiselular yang tidak mempunyai tulang belakang.
  2. Habitatnya di ait maupun darat
  3. Merupakan hewan triploblastik selomata.
  4. Struktur tubuhnya simetri bilateral.
  5. Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan mantel.
  6. Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
  7. Organ ekskresi berupa nefridia
  8. Memiliki radula (lidah bergigi)
  9. Hidup secara heterotrof
  10. Reproduksi secara seksual
2.2.3 COELENTERATA

A.    Pengertian Coelenterata
Coelenterata berasal dari kata KOILOS = rongga tubuh atau selom
dan ENTERON = usus. Jadi COELENTERON artinya rongga yang
berfungsi sebagai usus. Coelenterata atau yang juga biasa disebut dengan Cnidaria adalah filum hewan yang memiliki tubuh sangat sederhana. Kata Coelenterata berasal dari kata coelos yang berarti rongga dan enteron yang berarti usus. Jadi, Coelenterata adalah hewan yang memiliki rongga di dalam tubuhnya yang sekaligus berfungsi sebagai organ pencernaan makanan. Coelenterata disebut sebagai hewan sederhana karena jaringan tubuhnya hanya terdiri dari dua lapis sel, yaitu sel internal dan eksternal.
Colenterata merupakan hewan yang memiliki rongga. Termasuk hewan  diploblastik, tubuh simetri radial. Lapisan selnya terdiri dari ektoderm dan endoderm. Antara ekstoderm dan endoderm terdapat mesoglea. Pada tubuh bagian atas terdapat mulut, yang dikelilingi tentakel. Pada permukaan tentakel terdapat knidoblas (sel penyengat / nematosis). Hidup di air tawar maupun air laut.Tubuhnya dapat melekat pada dasar perairan.

B.     Ciri-Ciri Coelenterata
·         Habitat di laut, kecuali sejenis hydra hidup di air tawar.
·         Hewan bersel banyak (multiseluler).
·         Sruktur tubuh :
·        Radial simetris
·        Dipoblastik terdiri ektoderm dan endoderm
·        Terdapat rongga (mesoglea) antara lapisan ektoderm dan endoderm.
·         Bentuk tubuh :
·        menyerupai tabung (polip)
·        menyerupai  mangkok (medusa)
·        Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak. Pada lapisan luar ektodermis tentakel terdapat sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
·        Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan
·        Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali Anthozoa dan Sifonoglia
·        Sistem saraf difus (baur)
·        Mengalami siklus hidup (metagenesis).
Dalam siklus hidupnya pada umumnya Coelentarata mempunyai dua bentuk tubuh, yaitu Polip dan Medusa.
a.     Polip adalah bentuk  Coelentarata yang menempel pada tempat hidupnya. Tubuh berbentuk silindris, bagian proximal melekat dan bagian distal mempunyai mulut yang dikelilingi tentakel. Polip yang membentuk koloni memiliki beberapa macam bentuk (polimorfisme). Misalnya : polip untuk pembiakan yang menghasilkan medusa (gonozoid) dan polip untuk makan yakni gastrozoid.
b.     Medusa adalah bentuk ubur-ubur seperti payung/parasut atau seperti lonceng yang dapat berenang bebas.

C.     Cara Mendapatkan Makanan
Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-partikel organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan mengenai sel knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik akan lemas lalu tentakel membawanya ke mulut. Di bawah mulut terdapat kerongkongan pendek lalu masuk ke rongga gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel). Sel-sel endodermis menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan melalui mulut. Setiap hewan Coelentarata mempunyai rongga gastrovaskuler. Rongga gastrovaskuler Coelentarata bercabang-cabang yang dipisahkan oleh septum/penyekat dan belum mempunyai anus.

D.    Reproduksi Coelenterata
·         Aseksual (Vegetatif)
Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu menjadi koloni.

·         Reproduksi Sexual (Generatif)
Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva.
Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan. Reproduksi vegetatif dan generatif pada coelonterata berlangsung secara bergantian, sehingga coelenterata mengalami pergiliran keturunansiklus hidup/metagenesis.
 
E.     Klasifikasi Coelenterata
Coelenterata dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa dan Ctenophora:
1.     HYDROZOA
 Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular. Umumnya hidup        soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan yang berkoloni berbentuk polip dan medusa. Lebih sering ditemukan atau dominan dalam bentuk koloni polip sedangkan dalam bentuk medusa jarang ditemukan.
Contoh Hydra dan Obellia.
a.     Hydra
·        bentuk tubuh Hydra seperti polip.
·        habitat di air tawar.
·        ukuran tubuh Hydra antara 10 mm – 30 mm.
·        makanannya berupa tumbuhan kecil dan Crustacea (udang-uadangan) rendah.
·        bagian tubuh sebelah bawah tertutup membentuk kaki, gunanya untuk melekat pada obyek dan untuk bergerak.
·        terdapat mulut yang dikelilingi oleh hypostome dan di sekelilingnya terdapat 6 – 10 buah tentakel.
·        tentakel berfungsi sebagai alat untuk menangkap makanan.
·        makanan dicernakan di dalam rongga gastrovaskuler.
·        reproduksi aseksual dengan tunas atau budd kira-kira pada bagian samping tengah dinding tubuh Hydra.
·        Tunas telah memiliki epidermis, mesoglea dan rongga gastrovaskuler. Tunas tersebut terus membesar dan akhirnya melepaskan diri dari tubuh induknya untuk menjadi individu baru.
·        reproduksi seksual  :
Terjadi melalui peleburan sel telur (dari ovarium) dengan sperma (dari testis). Hasil peleburan membentuk zigot yang akan berkembang sampai stadium gastrula. Kemudian embrio ini akan berkembang membentuk kista dengan dinding dari zat tanduk. Kista ini dapat berenang bebas dan di tempat yang sesuai akan melekat pada obyek di dasar perairan. Kemudian bila keadaan lingkungan membaik, inti kista pecah dan embrio tumbuh menjadi Hydra baru.

b.     Obelia
·         Hidup di air laut secara koloni.
·         Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni polip.
·         Bagian polip yang berfungsi dalam hal makan disebut hidrant.
·         fase seksual (medusa) disebut gonangium


1.     SCYPHOZOA
Scyphozoan, adalah coelenterata yang bentuknya menyerupai mangkok dengan cirri-ciri sebagai berikut:
a.     Berasal dari kata scyphos = mangkok.
b.     Bentuk tubuh Scyphozoa menyerupai mangkuk atau cawan, sehingga sering disebut ubur-ubur mangkuk .
c.      Memiliki bentuk dominan medusa.
d.     Polip bagian atas akan membentuk medusa lalu lepas melayang di air.
e.      Medusa akan melakukan kawin dan membentuk planula sebagai calon polip.
f.       contoh Aurelia aurita




3.     Ctenophora
Beberapa zoolog menganggap ctenophora merupakan filum tersendiri. Tubuhnya mempunyai lapisan mesoderm, tidak mempunyai nematoksis dan tentakelnya mengandung zat-zat pelekat untuk menangkap mangsa. Ctenophora dibedakan atas 2 subkelas, yaitu :

a.     Subkelas Tentaculata (punya tentakel).
Terdiri atas beberapa ordo, antara lain :
·         Cydippida, tubuh bulat/oval, terdapat semacam tanduk. Contoh : Mertensia.
·         Cobata, tubuh memadat dilengkapi dengan dua cuping oval, contoh : Mnemiopsis, Bolinopsis dan Leucothea.
·         Cestida, tubuh seperti pita, contoh : Cestum dan Velamen.
·         Platyctenida, tubuh pipih, contoh : Ctenoplana dan Coeloplana.

b.     Subkelas muda (tak punya tentakel), berupa ordo Beroida, tubuh kerucut atau silinder. Contoh : Beroe.

2.2.4 ECHINODERMATA

A.    Pengertian Echinodermata
Filum Echinodermata (dari bahasa Yunani untuk kulit berduri) adalah sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini ditemukan di hampir semua kedalaman laut.
Echinodermata adalah filum hewan terbesar yang tidak memiliki anggota yang hidup di air tawar atau darat. Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya: kebanyakan memiliki simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima).

B.  Ciri-Ciri Echinodermata
·         Bentuk tubuh dewasanya adalah simetris radial
·         Bentuk tubuh larvanya adalah simetris bilateral
·         Kulitnya terdiri atas lempeng-lempeng kapur dan duri-duri kecil pada permukaannya
·         Merupakan hewan pemakan sampah laut
·         Pergerakannya dengan sistem ambulakral
·         Saluran pencernaan masih sederhana
·         Sistem syaraf dengan batang cincin yang bercabang ke arah radial.

C.  Sistem Tubuh Echinidermata
·         Sistem Ambulakral
Sistem Ambulakral Merupakan sistem aliran air lewat pembuluh yang dilakukan oleh kelompok Echinodermata kelompok hewan berkulit duri). sistem kerjanya diawali dari masuknya air dari laut melalui lubang madreporit dabagian punggung yang kemudian dasalurkan ke saluran saluran yang berakhir ke ampula yang menyerupai balon/tabung (kaki tabung) ampula yang berisi air ini nanti akan di tekankan ke obyek batuan sehingga bisa membawa badannya bergerak , tentu penekanan ampula mempunyai konsekwensi air di ampula keluar sehingga kempes lagi air bergerak ke mulut - begitu seterusnya.



Berikut jalur jalur pembuluh air ditubuhnya :
• Madreporit, merupakan lubang tempat masuknya air dari luar tubuh.
• Saluran batu
• Saluran cincin
• saluran radial, meluas ke seluruh tubuh.
• Saluran lateral
• Ampula
 • Kaki tabung

·         Sistem Reproduksi
Echinodermata mempunyai jenis kelamin terpisah, sehingga ada yang jantan dan betina. Fertilisasi terjadi di luar tubuh, yaitu di dalam air laut. Telur yang telah dibuahi akan membelah secara cepat menghasilkan blastula, dan selanjutnya berkembang menjadi gastrula. Gastrula ini berkembang menjadi larva. Larva atau disebut juga bipinnaria berbentuk bilateral simetri. Larva ini berenang bebas di dalam air mencari tempat yang cocok hingga menjadi branchidaria, lalu mengalami metamorfosis dan akhirnya menjadi dewasa.
·         Sistem Pernafasan Dan Eksresi
Echinodermata bernafas menggunakan paru-paru kulit atau dermal branchiae (Papulae) yaitu penonjolan dinding rongga tubuh (selom) yang tipis. Tonjolan ini dilindungi oleh silia dan pediselaria. Pada bagian inilah terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida. Ada pula beberapa jenis Echinodermata yang bernafas dengan menggunakan kaki tabung.
Sisa-sisa metabolisme yang terjadi di dalam sel-sel tubuh akan diangkut oleh amoebacyte (sel-sel amoeboid) ke dermal branchiae untuk selanjutnya dilepas ke luar tubuh.
·         Sistem Peredaran Darah
Sistem peredaran darah Echinodermata umumnya tereduksi, sukar diamati. Sistem peredaran darah terdiri dari pembuluh darah yang mengelilingi mulut dan dihubungkan dengan lima buah pembuluh radial ke setiap bagian lengan.
·         Sistem Saraf
Sistem saraf terdiri dari cincin saraf dan tali saraf pada bagian lengan-lengannya.
·         Sistem Pencernaan Makanan
Sistem pencernaan makanan hewan ini sudah sempurna. Sistem pencernaan dimulai dari mulut yang posisinya berada di bawah permukaan tubuh. Kemudian diteruskan melalui faring, ke kerongkongan, ke lambung, lalu ke usus, dan terakhir di anus. Anus ini letaknya ada di permukaan atas tubuh dan pada sebagian Echinodermata tidak berfungsi. Pada hewan ini lambung memiliki cabang lima yang masing-masing cabang menuju ke lengan. Di masing-masing lengan ini lambungnya bercabang dua, tetapi ujungnya buntu.

D.  Klasifikasi Phylum Echinodermata
·         Kelas Asteroidea
Asteroidea merupakan spesies Echinodermata yang paling banyak jumlahnya, yaitu sekitar 1.600 spesies.Asteroidea juga sering disebut bintang laut.Contoh spesies ini adalah Acanthaster sp., Linckia sp., dan Pentaceros sp.Tubuh Asteroidea memiliki duri tumpul dan pendek. Duri tersebut ada yang termodifikasi menjadi bentuk seperti catut yang disebut Pediselaria.Fungsi pediselaria adalah untuk menangkap makanan serta melindungi permukaan tubuh dari kotoran.Pada bagian tubuh dengan mulut disebut bagian oral, sedangkan bagian tubuh dengan lubang anus disebut aboral.Pada hewan ini, kaki ambulakral selain untuk bergerak juga merupakan alat pengisap sehingga dapat melekat kuat pada suatu dasar.
Klasifikasi Bintang Laut (P. nodosus) adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Echinodermata
Kelas               : Asteroidea
Ordo                : Valvatida
Famili              : Presteridae
Genus              : Protoreaster
Spesies            : P. nodosus
Sistem ambulakral Asteroidea terdiri dari :
·         Medreporit adalah lempengan berpori pada permukaan cakram pusat dibagian dorsal tubuh.
·         Saluran cincin terdapat di rongga tubuh cakram pusat
·         Saluran radial merupakan cabang saluran cincin ke setiap lengan
·         Kaki ambulakral merupakan juluran saluran radial yang keluar.

Anggota Asteroidea memiliki kemampuan regenerasi yang sangat besar. Setiap bagian lengannya dapat beregenerasi dan bagian cakram pusat yang rusak dapat diganti.Asteroidea merupakan hewan dioseus, organ kelamin berpasangan pada setiap lengan, dan fertilisasi terjadi di luar tubuh.
·         Kelas Echinoidea
Tubuh hewan ini dipenuhi oleh duri tajam. Duri ini ada yang pendek dan ada pula yang panjang seperti landak. Itulah sebabnya jenis hewan ini sering disebut landak laut. Tubuhnya tanpa lengan hampir bulat atau gepeng. Ciri lainnya adalah mulutnya yang terdapat di permukaan oral dilengkapi dengan 5 buah gigi sebagai alat untuk mengambil makanan. Hewan ini memakan bermacam-macam makanan laut, misalnya hewan lain yang telah mati, atau organisme kecil lainnya. Alat pengambil makanan digerakkan oleh otot yang disebut lentera arisoteteles. Sedangkan anus, madreporit dan lubang kelamin terdapat di permukaan atas. Berikut klasifikasi dari bulu babi :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Echinodermata
Kelas               : Echinoidea
Ordo                : Tripnoida
Famili              : Tripnoideai
Genus              : Tripneustes
Spesies            : T. gratilla
·         Kelas Ophiuroidea
Hewan ini jenis tubuhnya memiliki 5 lengan yang panjang-panjang. Kelima tangan ini juga bisa digerak-gerakkan sehingga menyerupai ular. Oleh karena itu hewan jenis ini sering disebut bintang ular laut (Ophiuroidea brevispinum). Mulut dan madreporitnya terdapat di permukaan oral. Hewan ini tidak mempunyai anus, sehingga sisa makanan atau kotorannya dikeluarkan dengan cara dimuntahkan melalui mulutnya. Hewan ini hidup di laut yang dangkal atau dalam. Biasanya bersembunyi di sekitar batu karang, rumput laut, atau mengubur diri di lumpur/pasir. Ia sangat aktif di malam hari. Makanannya adalah udang, kerang atau serpihan organisme lain (sampah).
Klasifikasi Bintang Ular (O. nereidina) adalah sebagai berikut :
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Echinodermata
Kelas               : Ophiuroidea
Ordo                : Valvatida
Famili              : Ophiutricoidea
Genus              : Ophiutricoides
Spesies            : O. nereidina

·         Kelas Crinoidea
Jenis Echinodermata ini yang hampir menyerupai tumbuhan. Memang sekilas hewan ini mirip tumbuhan bunga. Ia memiliki tangkai dan melekat pada bebatuan, tak beda seperti tumbuhan yang menempel di bebatuan. Ia juga memiliki 5 lengan yang bercabang-cabang lagi mirip bunga lili. Oleh karena itu hewan ini sering disebut lili laut (Metacrinus sp). Ciri lainnya mulut dan anus hewan ini terdapat di permukaan oral dan tidak mempunyai madreporit. Hewan ini sering ditemukan menempel dengan menggunakan cirri (akar) pada bebatuan di dasar laut. Ia juga bisa berenang bebas, sehingga jika lingkungan tidak menguntungkan akan pindah dan menempel pada tempat lain. Jenis lainnya adalah Antedon tenella, dengan tubuhnya kecil-kecil, bentuk piala disebut calyx (kaliks) tanpa tangkai.
Klasifikasi Lili Laut (A. mediterranea) adalah sebagai berikut :
Filum               : Echinodermata
Kelas               : Crinoidea
Subkelas          : Euchinoidea
Ordo                : Comatulida
Famili              : Antedonidae
Genus              : Antedon
Spesies            : Antedon mediterranea

·         Kelas Holothuroidea
Hewan jenis ini kulit durinya halus, sehingga sekilas tidak tampak sebagai jenis Echinodermata. Tubuhnya seperti mentimun dan disebut mentimun laut atau disebut juga teripang. Hewan ini sering ditemukan di tepi pantai. Gerakannya tidak kaku, fleksibel, lembut dan tidak mempunyai lengan. Rangkanya direduksi berupa butirbutir kapur di dalam kulit.
Kingdom         : Animalia
Phylum            : Echinodermata
Kelas               : Holothuridea
Ordo                : Aspidochirotida
Famili              : Aspidochirota
Genus              : Holothuria
Spesies            : H. scabra 
Mulut terletak pada ujung anterior dan anus pada ujung posterior (aboral). Di sekeliling mulut terdapat tentakel yang bercabang sebanyak 10 sampai 30 buah. Tentakel dapat disamakan dengan kaki tabung bagian oral pada Echinodermata lainnya. Tiga baris kaki tabung di bagian ventral digunakan untuk bergerak dan dua baris di bagian dorsal berguna untuk melakukan pernafasan. Selain itu pernafasan juga menggunakan paru-paru air. Kebiasaan hewan ini meletakkan diri di atas dasar laut atau mengubur diri di dalam lumpur/pasir dan bagian akhir tubuhnya diperlihatkan. Jika makhluk ini diganggu/diberi rangsangan dari luar maka ia akan mengkerut.

2.2.5 ARTHTROPODA

A.    Pengertian Arthropoda
Arthropoda adalah hewan triploblastik, selomata (tubuh dan kaki beruas-ruas) dan bilateral simetris. Tubuhnya terdiri atas kepala, dada, dan abdomen yang keseluruhannya dibungkus oleh zat kitin dan merupakan kerangka luar (eksoskeleton). Biasanya diantara ruas-ruas terdapat bagian yang tidak berkitin sehingga ruas-ruas tersebut mudah digerakkan.
Pada waktu tertentu kulit dan tubuh arthropoda dapat mengalami pergantian kulit (eksdisis).Arthropoda memiliki sistim pencernaan yang sempurna (memiliki anus). Mulut dilengkapi dengan rahang. Sistim peredaran darahnya terbuka dan darahnya berwarna biru, karena mengandung disebabkan oleh hemosianin (bukan hemoglobin). Sistem pernapasannya ada yang berupa trakea, insang, paru-paru buku, atau melalui seluruh permukaan tubuhnya. Organ ekskresinya berupa tubulus malphigi yang bermuara pada usus belakang.
Reproduksi dilakukan dengan perkawinan, tetapi ada juga beberapa hewan yang melakukan parthenogenesis. Partenogenesis adalah proses perkembangan embrio dari telur yang tidak dibuahi. Jenis kelaminnya terpisah (gonokori). Artinya ada hewan jantan ada hewan betina. Sistem sarafnya adalah sistem saraf tangga tali
B.     Ciri-Ciri Umum Filum Arthropoda :
Secara umum ciri-ciri filum arthropoda adalah sebagai berikut:
o   Tubuh beruas-ruas yang terbagi atas kepala (caput), dada (thoraks), dan badan belakang (abdomen). Beberapa diantaranya ada yang memiliki kepala dan dada yang bersatu (cephalothoraks).
o   Memiliki 3 lapisan (triploblastik) yaitu ektoderm, mesoderm dan endoderm dengan rongga tubuh.
o   Bentuk tubuh simetris bilateral.
o   Bagian tubuh terbungkus oleh eksoskelet yang mengandung khitin.
o   Alat pencernaan makanan lengkap terdiri atas mulut, kerongkongan usus, dan anus.
o   Sistem reproduksi terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina. Reproduksi terjadi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis).
o   Memiliki sistem peredaran darah terbuka (sistem lakuner) dan alat peredarannya berupa jantung dan pembuluh-pembuluh darah terbuka .
o   Sistem syaraf terdiri dari ganglion anterior yang merupkan “otak” terletak di atas saluran pencernaan, sepasang syaraf yang menghubungkan otak dengan syaraf sebelah ventral,serta pasangan-pasangan ganglion ventral yang dihubungkan  satu dengan yang lain oleh urat syaraf ventral, berjalan  sepanjang tubuh dari depan ke belakang di bawah saluran pencernaan.
o   Sistem eksresinya berupa berupa saluran-saluran malphigi
o   Alat pernapasan berupa trakea, insang, dan paru-paru yang merupakan lembaran (paru-paru buku)
o   Sifat hidup ada yang parasit, heterotropik, dan hidup secara bebas
o   Hidupnya di darat, air tawar dan laut.
·         Secara morfologi Arthropoda dicirikan dengan badan yang beruas biasnya mencapai lebih dari 21 ruas, yang tiap ruasnya mempunyai sepasang anggota badan (appendages) namun sepasang anggota badan ini ada yang mereduksi atau berubah bentuk dan fungsi sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.
·         Ciri penting lain adalah kelompok arthropoda tidak memunyai struktur tulang di dalam tubuhnya. Arthropoda mempunyai struktur dinding badan keras yang menutupi tubuh bagian luar untuk melindungi bagian dalam tubuh yang biasanya disebut eksosekeleton. Bagian paling luar mempunyai struktur yang paling keras dan diperkuat oleh khitin. Meskipun keras namun strukutur ini masih memungkinkan pergerakan di tiap ruas.


C.    Sistem organ dalam tubuh arthropoda antara lain :
Sistem organ
Keterangan
Sistem pencernaan makanan
Alat pencernaan makanan lengkap terdiri dari mulut, kerongkongan, usus, dan anus. Mulut dilengkapi alat-alat mulut. Anus terdapat pada segmen posterior.
Sistem ekskresi
Ekskresi dengan kelenjar hijau atau dengan pembuluh malpigih
Sistem reproduksi
Reproduksi secara seksual dan aseksual (partenogenesis dan paedogenesis). Sistem reproduksi pada arthropoda terpisah, artinya ada hewan jantan dan ada hewan betina.
Sistem saraf
Sistem saraf berupa tangga tali dan alat peraba berupa antena.
Table 2.2.5.1 Sistem organ dalam tubuh arthropoda
D.     Pembagian Kelas Filum Arthropoda
Berdasarkan persamaan dan perbedaan struktur tubuhnya, arthropoda dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Custacea, Insekta, Diplopoda, Arachoinidea, dan Chilopoda. Persamaan dan perbedaan ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut:

Kelas
Crustacea
(udang udangan):
Kelas
Insekta
(serangga):
Kelas
Arachnoidea
(laba-laba
Kelas
Diplopoda
(kaki
seribu):
Kelas
Chilopoda
(kelabang):
Susunan
Tubuh
Kepala (5
ruas), dada
(8 ruas), dan
perut (6
ruas) .
Kepala,
dada, dan
perut.
Kepala, dada,
dan perut..
kepala dan
badan yang
bentuknya
silindris..
Kepala dan
badan yang
memanjang
agak
gepeng
Antena
2 pasang
Sepasang
Tak ada
Sepasang
sepasang
Anggota
Tubuh
Sepasang
pada setiap
ruas untuk
berbagai
fungsi, 5
pasang kaki
pada dada
3 pasang
Kaki
4 pasang kaki
pada
sefalotoraks
2 pasang
kaki pada
setiap ruas
tubuh
Sepasang
kaki pada
setiap ruas
Sayap
Tak ada
Ada
Tak ada
Tak ada
Tak ada
Alat
respirasi
Insang atau
permukaan
tubuh
Trakea
Paru-paru
buku
Trakea
trakea
Habitat
air
Darat
Darat
Darat
darat
Table 2.2.5.2 Pembagian Kelas Filum Arthropoda
E.     Karakteristik umum anggota arthropoda
Ciri-ciri
Crustacea
Chelicerata
Myriapoda

Hexapoda
Pembagian tubuh
Sefalotoraks (kepala dan dada menyatu) dan abdomen (perut)
Dada dan abdomen bersatu. Kepala yang sesungguhnya tidak ada, tetapi berupa alas kepala (kapitulum)
Kepala dan badan panjang
Kepala dan dada pendek, sedangkan abdomen panjang
Kepala, dada, dan abdomen dapat dibedakan
Antena
2 pasang
Tidak ada
1 pasang dan panjang
1 pasang dan pendek
1 pasang
Bagian-bagian mulut
1 pasang mandibula, 1 pasang maksila, 2 pasang maksiliped
1 pasang kalisera
1 pasang pedipalpus
1 pasang mandibula, 2 pasang maksila
1 pasang mandibula, 1 pasang maksila
1 pasang mandibula, 1 pasang maksila labium
Kaki
1 pasang per ruas atau tidak ada
4 pasang pada kepala dada
1 pasang peruas
2 atau 1 pasang per ruas
3 pasang pada dada
Organ pernapasan
Insang
Paru-paru buku
Trakea
Trakea
Trakea
Lubang kelamin
2 di bidang belakang dada
1 di ruas kedua dari abdomen
1 di ujung abdomen
1 di ruas ke-3 dekat kepala
1 di ujung abdomen
Perkembangan
Umumnya melalui fase larva
Langsung, kecuali caplak atau tungau
Tidak melalui fase larva
Tidak melalui larva
Umumnya melaui fase larva
Habitat
Air tawar, air laut,sedikit di darat
Terutama di darat
Terutama di darat
Semuanya di darat
Terutama di darat
Table 2.2.5.3 Karakteristik umum anggota arthropoda

A.    Perbedaan kenampakan morfologi lima kelas utama Arthropoda antara lain :
Perbedaan
Crustacea
Arachnida
Diplopoda
Chilopoda
Insecta
Pembagian badan
Cepahalotorax dan abdomen
Cepahalotorax dan abdomen
Kepala dan badan
Kepala dan badan
Kepala, thorax dan abdomen
Bentuk badan
Bervariasi
Pipih
Globular
Pipih
Bersvariasi
Kaki
Banyak
Empat pasang
Banyak
Banyak
Tiga pasang
 Antena
2 pasang
Tidak ada
Sepasang
Sepasang
Sepasang
Alat mulut
Mandibula
Chelicera dan pedipalpus
Mandibula
Mandibula
Mandibula
Habitat
Kebanyakan di laut dan air tawar, jarang terrestrial
Teristerial
Teristerial
Teristerial
Teristerial
Table 2.2.5.4 Perbedaan kenampakan morfologi lima kelas utama Arthropoda
Contoh hewan Arthropoda, ada banyak hewan arthropoda dinunia mulai dari semut, kalajengking, kelabang, kaki seribu, dll
 Klasifikasi (penggolongan) Arthoproda Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu:
·         Kelas Crustacea (golongan udang).
·         Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba-laba).
·         Kelas Myriapoda (golongan luwing).
·         Kelas Insecta (serangga).





2.3 VERTEBRATA
Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru.
2.3.1 REPTIL
A.   Karakteristik Reptilia
Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin). Sisik berfungsi mencegah kekeringan. Ciri lain yang dimiliki oleh sebagian besar reptil adalah anggota tubuh berjari lima, bernapas dengan paru-paru, jantung beruang tiga atau empat, menggunakan energi lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya sehingga tergolong hewan eksoterm, fertilisasi secara internal, menghasilkan telur sehingga tergolong ovipar dengan telur amniotik bercangkang.
Reptilia merupakan kelompok vertebrata yang beradaptasi untuk hidup di darat yang lingkungannya kering. Adanya sisik dan kulit yang menanduk mencegah hilangnya kelembaban tubuh dan membantu hewan untuk hidup di permukaan yang kasar. Nama kelas Reptilia menunjukkan cara berjalan (latin: retum=melata). Reptilia tersebar baik di daerah teropis maupun daerah subtropics. Pada daerah-daerah yang mendekati kutub dan tempat-tempat yang lebih tinggi jumlah dan jenisnya makin sedikit. Reptile menempati macam-macam habitat. Phyton misalnya terdapat di daerah-daerah tropis, hanya terdapat di rawa-rawa, sungai atau sepanjang pantai. Penyu terbesar teradapat dilaut dan kura-kura darat raksasa terdapat di kepulauan. Kadal dan ular umumnya terrestrial, tetapii ada yang menempati karang-karang atau pohon.
Secara umum reptilia memiliki karakteristik sebagai berikut :
·         Tubuh ditutupi kulit kering bertanduk (tidak licin), biasanya dilengkapi sisik atau kuku, dan kelenjar dipermuakaan hanya sedikit.
·         Memiliki dua pasang anggota badan, masing-masing dengan lima jari yang pada bagian ujungnya terdapat cakar dan dapat digunakan untuk berlari, merayap atau memanjat. Anggota badan menyerupai dayung pada penyu, memendek pada kadal, dan tidak ada anggota badan pada beberapa jenis kadal dan semua jenis ular.
·         Kerangka terdiri dari tulang keras, tengkorak dilengkapi rongga oksipital
·         Jantung terdiri dari empat ruang yang belum terpisah sempurna, dua serambi dan vertikel yang sebagian saling terpisah, satu pasang berkas aorta, sel darah merah oval bikonkaf dengan inti.
·         Resppirasi dengan paru-paru, pada kura-kura air dilengkapi dengan respirasi kloaka.
·         Terdapat 12 pasang saraf cranial.
·         Suhu tubuh berubah-ubah bergantung suhu lingkungan (poikilothermis).
·         Fertilisasi internal, menggunakan organ kopulasi, telurnya besar mengandung kuning telur yang terbungkus cangkang licin atau berkulit, biasanya telur ditetaskan tetapi pada beberapa jenis ular dan kadal embrio berkembang didalam tubuh betina.
·         Hewan Reptilia lebih maju dibanding amphibi karena memiliki diantaranya:
·         Penutup tubuh yang kering dan bersisik sebagai adaptasi terhadap kehidupan di darat.
·         Anggota tubuh memungkinkan hewan untuk berlari.
·         Pemisahan darah bersih dan kotor di jantung.
·         Skeleton terdiri dari tulang sejati.
·         Telur dilengkapi dengan membrane dan cangkang sebagai pelindung embrio sehingga memungkinkan untuk berkembang di darat.
1)     UKURAN
Fosil Reptilia ditemukan dalam ukuran yang bervariasi, dari kecil sampai berukuran besar. Dari Reptilia yang ada pada masa sekarang, anaconda di Amerika Serikat dapat tumbuh sampai 990 cm, komodo (varanus komodoensis) memiliki panjang tubuh 285 cm. Beberapa jenis kura-kura darat dari pulau Galapagos mencapai panjang 120 cm. Buaya yang ditemukan tahun 1821 di Luzzon Philipina mencapai panjang 610 cm. Ular Laptotyphlops dari Siria berukuran seperti jarum renda, dan ada pula kadal Lepidoblepharis dari Panama yang panjangnya 5 cm. sebagian besar di Amerika Utara berukuran 20 120 cm, dan kadal dengan panjang di bawah 30 cm.
2)     STRUKTUR EKSTERNAL
Morfologi Reptilia meliputi kepala yang terpisah, leher, tubuh, dan ekor, angggota tubuh berukuran pendek dengan sejumlah jari yang pada bagian ujungnya dilengkapi cakar dan begitupun ada juga sebagaian subordo yang lain yang tidak memiliki jari. Mulutnya yang panjang dilengkapi dengan gigi. Buaya mialnya di dekat ujung moncong terdapat dua lubang hidung. Mata berukuran besar dan terletak lateral, dengan kelopak atas dan bawah, serta membrane nictatin transparan yang dapat bergerak di bawah kelopak mata, telinga berukuran kecil terletak dibelakang mata. Anus terletak longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang.
3)     SISTEM PERNAPASAN
Secara umum reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Tetapi pada beberapa reptilia, pengambilan oksigen dibantu oleh lapisan kulit disekitar kloaka. Pada reptilia umumnya udara luar masuk melalui lubang hidung, trakea, bronkus, dan akhirnya ke paru-paru. Sistem pernafasan pada reptilia lebih maju dari Amphibi.
Paru-paru Reptil berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru paru Reptil hanya terdiri dari beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Paru paru kadal, kura-kura, dan buaya lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal, misalnya bunglon Afrika, mempunyai pundi-pundi hawa atau kantung udara cadangan sehingga memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
Reptilia bernapas menggunakan paru-paru. Gas O2 dalam udara masuk melalui lubang hidung => rongga mulut => anak tekak => trakea yang panjang => bronkiolus dalam paru-paru. Dari paru-paru, O2 diangkut darah menuju seluruh jaringan tubuh. Dari jaringan tubuh, gas CO2 diangkut darah menuju jantung untuk dikeluarkan melalui paru-paru => bronkiolus => trakea yang panjang => anak tekak => rongga mulut => lubang hidung. Pada Reptilia yang hidup di air, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam.

4)     SISTEM REPRODUKSI
Jantan
         Memiliki alat kelamin khusus : hemipenis
         Sepasang testis
         Memiliki epididimis
         Memiliki vas deferens      
Betina
         Memiliki sepasang ovarium
         Memiliki saluran telur (oviduk)
         Berakhir pada saluran kloaka
Kelompok reptil seperti kadal, ular dan kura-kura merupakan hewan-hewan yang fertilisasinya terjadi di dalam tubuh (fertilisasi internal). Umumnya reptil bersifat ovipar, namun ada juga reptil yang bersifat ovovivipar, seperti ular garter dan kadal. Telur ular garter atau kadal akan menetas di dalam tubuh induk betinanya. Namun makanannya diperoleh dari cadangan makanan yang ada dalam telur. Reptil betina menghasilkan ovum di dalam ovarium. Ovum kemudian bergerak di sepanjang oviduk menuju kloaka. Reptil jantan menghasilkan sperma di dalam testis. Sperma bergerak di sepanjang saluran yang langsung berhubungan dengan testis, yaitu epididimis. Dari epididimis sperma bergerak menuju vas deferens dan berakhir di hemipenis. Hemipenis merupakan dua penis yang dihubungkan oleh satu testis yang dapat dibolak-balik seperti jari-jari pada sarung tangan karet. Pada saat kelompok hewan reptil mengadakan kopulasi, hanya satu hemipenis saja yang dimasukkan ke dalam saluran kelamin betina.
Ovum reptil betina yang telah dibuahi sperma akan melalui oviduk dan pada saat melalui oviduk, ovum yang telah dibuahi akan dikelilingi oleh cangkang yang tahan air. Hal ini akan mengatasi persoalan setelah telur diletakkan dalam lingkungan basah. Pada kebanyakan jenis reptil, telur ditanam dalam tempat yang hangat dan ditinggalkan oleh induknya. Dalam telur terdapat persediaan kuning telur yang berlimpah.
Hewan reptil seperti kadal, iguana laut, beberapa ular dan kura-kura serta berbagai jenis buaya melewatkan sebagian besar hidupnya di dalam air. Namun mereka akan kembali ke daratan ketika meletakkan telurnya.
2.3.2 AVES
A.    Pengertian Aves Secara Umum
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Upafilum         : Vertebrata(tidak termasuk) Archosauria
Kelas               : Aves
  • Ciri morfologi aves
            Aves merupakan hewan yang terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang dikelompokkan dalam aves/burung primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.
            Struktur Bulu adalah ciri khas kelas aves yang tidak dimiliki oleh vertebrata lain. Hampir seluruh tubuh aves ditutupi oleh bulu, yang secara filogenetik berasal dari epidermal tubuh, yang pada reptile serupa dengan sisik. Secara embriologis bulu aves bermula dari papil dermal yang selanjutnya mencuat menutupi epidermis. Dasar bulu itu melekuk ke dalam pada tepinya sehingga terbentuk folikulus yang merupakan lubang bulu pada kulit. Selaput epidermis sebelah luar dari kuncup bulu menanduk dan membentuk bungkus yang halus, sedang epidermis membentuk lapisan penyusun rusuk bulu.Sentral kuncup bulu mempunyai bagian epidermis yang lunak dan mengandung pembuluh darah sebagai pembawa zat-zat makanan dan proses pengeringan pada perkembangan selanjutnya (Jasin, 1984).
Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:
         Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak
         Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail
         Plumae, Bulu yang sempurna
         Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.
Susunan plumae terdiri dari
         Shaft (tangkai), yaitu poros utama bulu
         Calamus, yaitu tangkai pangkal bulu
         Rachis, yaitu lanjutan calamus yang merupakan sumbu bulu yang tidak berongga di dalamnya. Rachis dipenuhi sumsum dan memiliki jaringan
         Vexillum, yaitu bendera yang tersusun atas barbae yang merupakan cabang-cabang lateral dari rachis
            Lubang pada pangkal calamus disebut umbilicus inferior, sedangkan lubang pada ujung calamus disebut umbilicus superior. Bulu burung pada saat menetas disebut neossoptile, sedangkan setelah dewasa disebut teleoptile

B.  Anatomi Dan Fisiologi Sistem Organ
a. Sistem skeleton muscular
            Tulang kuadrat dari tengkorak mempunyai dua artikular dorsal. Semua tulang pelvis bersatu. Ada sebuah pigostil. Sternum mempunyai 4 buah takik(celah) posterior. Otot pektoralis mayor dimulai pada ruas tulag sternum dan menarik tulang hunerus ke bawah (berarti menarik sayap ke bawah). Sebaliknya, otot pektoralis minor menarik sayap ke atas seperti pada gambar di bawah :
 b. Sistem Pencernaan
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.
Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:
·         paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
·         rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk,
·         faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,

·         lambung terdiri atas:
ü  Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.
ü  Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama akanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai " hen’steeth”,
·         intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
           
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu. Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum. Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.
c.  Sistem Respirasi
Saluran Pernafasan pada Burung :
Lubang hidung > Trakea > Bronkus > Paru-paru
1. Lubang Hidung
·         Letak dipangkal paruh di sebelah atas langit-langit rongga mulut.
2. Trakea
         Mengalami penebalan tulang rawan
         Pangkal trakea terdapat siring è suaraSiring bergetar dipengaruhi oleh otot.
         Otot sternotrakealis > otot yang menghubungkan tulang dada dengan trakea.
         Otot siringialis > otot yang menghubungkan siring dengan trakea bagian dalam.
 Trakea mengalami percabangan menjadi 2 bronkus.
3. Bronkus
 Bronkus terdiri dari :
         Bronkus primer.
         Bronkus Sekunder (meso bronkus), terdiri dari :
  Trakea melanjut sebagai dua buah bronki pada siring (alat suara). Paru-paru dilengkapi dengan kantung-kantung udara (ada 9 buah, 4 berpasangan, dan 1 median).

d. Sistem Sirkulasi
            Aves (burung) mempunyai sistem sirkulasi tertutup (berarti bahwa darah tidak pernah meninggalkan jaringan pembuluh darah; hasil: produksi ATP lebih cepat, lebih cepat ekskresi sisa metabolisme, nutrisi lebih cepat pada sel-sel, dll)
            Untuk mempelajari peredaran darah pada aves, kita ambil contoh peredaran darah burung. Peredaran darah burung tersusun oleh jantung sebagai pusat peredaran darah, darah, dan

C.   Sistem Peredaran Darah Pada Aves
            Alat-alat transportasi pada burung merpati terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh. Peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.

2.3.3 PISCES
     A.  Pengertian pisces
Pisces merupakan salah satu kelas dalam pengklasifikasian hewan yang pastinya merupakan binatang-binatang yang hidup di dalam air. Klasifikasi hewan ini akan mempermudah beberapa peneliti untuk mempelajari beberapa binatang ini. Untuk dapat mengetahui klasifikasi yang cocok maka anda juga dapat mempelajari hewan ini berdasarkan dengan ciri-ciri yang ada pada hewan ini.

B.     Ciri-ciri pisces
Semua hewan pastinya memiliki klasifikasi dan juga ciri-ciri yang berbeda yang akan membuat mereka terlihat berbeda dengan binatang yang lainnya. Begitu pula juga dengan kelas Pisces yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut antara lain:
  1. Hewan yang tinggal dan tumbuh di dalam air.
  2. Bernapas menggunakan alat pernapasan berupa insang.
  3. Perkembangbiakan secara seksual atau ovipar.
  4. Alat geraknya berupa sirip.
  5. Memiliki peredaran darah yang tertutup.
  6. Memiliki sisik pada tubuhnya yang berguna sebagai rangka luar dari tubuhnya.
Hewan pisces ini juga dibagi ke dalam beberapa kelas dan juga beberapa kelompok. Ini pastinya akan sangat membuat hewan ini berada dalam keberagaman. Ini akan menjadi salah satu hal yang penting pada saat mempelajari sebuah hewan. Pisces sendiri memiliki 3 kelompok binatang yang akan membedakan mereka satu sama lain.
Pengertian dan Ciri-ciri Pisces Saat ini mungkin yang anda ketahui dari pisces adalah salah satu bagian dari horoskop perbintangan. Namun yang sebenarnya, pisces berasal dari kelas dalam dunia hewan. Kelas pisces ini merupakan binatang-binatang yang hidup di dalam air dan biasanya bernapas menggunakan insang. Jadi untuk mempelajari binatang ini cukup mudah karena sebagian besar dari mereka adalah binatang dalam air yang bisa kita sebut juga dengan ikan.
a
Gambar 2.3.3.1 hewan pisces
2.3.4 MAMALIA
A.  Pengertian Mamalia
Sebutan mamalia berasal dari keberadaan glandula ( kelenjar ) mamae pada tubuh mereka yang berfungsi sebagai penyuplai susu. Seperti yang kita ketahui bahwa mamalia betina menyusui anaknya dengan memanfaatkan keberadaan kelenjar tersebut. Walaupun mamalia jantan tidak menyusui anaknya, bukan berarti mereka tidak memiliki kelenjar mamae. Semua mamalia memiliki kelenjar mamae , tetapi pada mamalia jantan kelenjar ini tidaklah berfungsi sebagaimana pada mamalia betina. Seperti telah dikatakan sebelumnya bahwa mamalia merupakan tingkatan tertinggi pada kerajaan hewan. Hal ini mengakibatkan segala proses yang dilakukan oleh mamalia lebih tinggi daripada jenis animalia lainnya. Mulai dari sistem pencernaan , pernafasan , peredaran darah , urogenital , hingga sistem syarafnya. Oleh karena itu perlulah kita mengetahui tentang karakteristik, struktur tubuh, cara hidup, dan habitat dari class mamalia beserta peranannya dalam kehidupan manusia guna menunjang pengetahuan kita.
B.     Klasifikasi Hewan Mamalia
Taksonomi mamalia dijelaskan sebagai berikut:
Kingdom                 : Animalia
Sub-Kingdom          : Metazoa
Filum                      : Chordata
Sub-Filum               : Vertebrata
Kelas                      : Mamalia
Berdasarkan ukurannya, mamalia dibagi menjadi dua, yakni mamalia besar dan mamalia kecil. International Biological Program mendefinisikan mamalia besar sebagai jenis-jenis mamalia yang memiliki ukuran berat badan dewasa > 5Kg, sedangkan mamalia kecil dengan ukuran berat badan dewasa < 5Kg. Jenis-jenis mamalia besar, dicontohkan sebagai berikut: rusa, harimau, dan  kerbau air. Mamalia kecil, antara lain tikus, bajing, dan kelelawar.
Dalam pemanfaatan waktu aktivitas, mamalia dibagi menjadi mamalia diurnal dan mamalia nokturnal. Mamalia diurnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya pada pagi dan sore hari, seperti orangutan, rusa, dan beberapa jenis bajing. Mamalia nokturnal merupakan jenis-jenis mamalia yang melakukan aktivitasnya mulai menjelang malam hari hingga menjelang pagi hari, seperti kelelawar, tenggalung malaya, serta musang. Selain itu, terdapat juga jenis-jenis yang beraktivitas sepanjang hari seperti babi hutan.
Berdasarkan habitatnya, mamalia dapat dibedakan menjadi dua, yakni mamalia darat dan mamalia laut. Mamalia darat merupakan mamalia yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di darat, sedangkan mamalia laut melakukan aktivitasnya sebagian besar di laut. Contoh dari mamalia darat, yakni monyet-ekor panjang, macan tutul, tikus, serta kuda. Mamalia laut, antara lain pesut, dugong, dan paus.
Dalam pemanfaatan strata tegakan hutan, mamalia diklasifikasikan menjadi dua, yakni mamalia arboreal dan mamalia terestrial. Mamalia arboreal merupakan jenis-jenis mamalia yang banyak menghabiskan waktu aktivitasnya pada strata yang tinggi, sedangkan mamalia terestrial merupakan jenis-jenis mamalia yang menghabiskan waktu aktivitasnya pada lantai hutan atau strata terbawah. Soerianegara dan Indrawan (2002) membagi strata tegakan dalam ekologi hutan, adalah sebagai berikut: strata A (> 30m), strata B (20-30m), strata C (4-20m), strata D (1-4m) dan strata E (0-1m). Jenis-jenis yang merupakan mamalia arboreal, antara lain monyet, kelelawar, bajing, serta beberapa jenis dari suku Felidae (Payne et al. 2000). Bagi jenis-jenis mamalia terestrial, antara lain kijang, gajah, dan badak.
Pada bagian dibawah ini, akan coba dijelaskan sedikit mengenai ordo-ordo dari kelas mamalia.
Binatang menyusui atau mamalia adalah kelas hewan vertebrata yang terutama dicirikan oleh adanya kelenjar susu, yang pada betina menghasilkan susu sebagai sumber makanan anaknya; adanya rambut; dan tubuh yang endoterm atau “berdarah panas”. Otak mengatur sistem peredaran darah, termasuk jantung yang beruang empat. Mamalia terdiri lebih dari 5.000 genus, yang tersebar dalam 425 keluarga dan hingga 46 ordo, meskipun hal ini tergantung klasifikasi ilmiah yang dipakai.
Sebagian besar mamalia melahirkan keturunannya, tapi ada beberapa mamalia yang tergolong ke dalam monotremata yang bertelur. Kelahiran juga terjadi pada banyak spesies non-mamalia, seperti pada ikan guppy dan hiu martil; karenanya melahirkan bukan dianggap sebagai ciri khusus mamalia
Evolusi mamalia   yang paling awal belangsung mulai beberapa jalur yang berbeda. Dari kelompok tersebut hanya tiga yang sampai sekarang masih hidup, yaitu:
1. Monotremata, mamalia yang bertelur (sub kelas Prototheria)
2. Marsupiala, mamalia berkanting (sub kelas Metatheria)
3. Mamalia berplasenta (sub kelas Eutheria)























BAB III
HASIL
3.1 INVERTEBRATA
3.1.2 Hasil Deskripsi Invertebrata
a. Arthropoda
·         Arthropoda ( belalang )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, dua antena, satu mulut, dua kaki di kepala
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini empat kaki pada bagian badan, empat sayap ( dua disebelah kiri dan dua disebelah kanan )
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu lubang anus pada bagian ekor dengan warna coklat keputihan
Gambar 3.1.2.1 Hasil Deskripsi Invertebrata belalang
·         Arthropoda ( laba – laba )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut, dua antena dengan ujungg antena memiliki bulu – bulu halus
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki delapan kaki ( empat disebelah kiri dan empat disebelah kanan ) dengan ujung – ujung kaki terdapat bulu – bulu halus
Ø  Deskripsi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
Gambar 3.1.2.2 Hasil Deskripsi Invertebrata laba - laba

·         Arthtropoda ( semut )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, dua antena dengan ujung – ujung antena memiliki bulu – bulu halus , satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki delapan kaki ( empat disebelah kanan empat disebelah kiri )  dengan ujung – ujung kaki memiliki bulu – bulu halus
Ø  Memiliki bentuk ekor berbentuk seperti tabung, memiliki satu anus
Gambar 3.1.2.3 Hasil Deskripsi Invertebrata semut
·       Arthtropoda ( ular cincin )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua antena atas, empat antena bawah, satu mulut, dua mata, tiga ruas
Ø  Deskripsi bagian badan  delapan puluh delapan pasang kaki, empat puluh empat ruas badan
Ø  Deskripsi bagian ekor memiliki dua ruas, satu lubang anus
Gambar 3.1.2.4 Hasil Deskripsi Invertebrata ular cincin
·       Arthropoda ( kutu anjing )
Ø   Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua antena, dua mata, satu mulut
Ø   Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki empat kaki
Ø   Deskripsi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
Gambar 3.1.2.5 Hasil Deskripsi Invertebrata kutu anjing
·      Arthropoda ( kupu – kupu )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua antena, dua mata, satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki empat kaki, dua sayap, panjang sayap kiri dan kanan 3,3 cm
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu lubang anus
Gambar 3.1.2.6 Hasil Deskripsi Invertebrata  kupu - kupu
·         Arthropoda ( kalajenking )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua capit, dua mata, satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki lima kaki kiri dan lima kaki kanan.
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki ujung ekor berwarna putih bening
Gambar 3.1.2.7 Hasil Deskripsi Invertebrata  kalajengking









b. Echinodermata
·         Echinodermata ( bintang laut )
Ø  Deskripsi bagaian kepala spesies ini memiliki satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki satu badan, mempunyai lima tentakel yang membentuk segilima, mempunyai panjang tentakel 9,5 cm
Ø  Deskripsi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
Gambar 3.1.2.8 Hasil Deskripsi Invertebrata  bintang laut

·         Echinodermata ( bintang ular )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki satu mulut, satu badan
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki lima tentakel beserta dengan kaki semunya, membentuk seperti segilima, kaki semu pada spesies ini mampu menyerap air dan digunakan untuk menyerang mangsanya
Ø  Deskripsi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
Gambar 3.1.2.9 Hasil Deskripsi Invertebrata  bintang ular

·         Echinodermata ( duri babi )
Ø  Deskripsi bagian kepala tidak menampakan apa
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki satu badan dan mempunyai duri / spine, pada mulut spesies ini mempunyai mulut dibagian ventral dan anus di bagian ekor
Ø  Deskripsi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
                    Gambar 3.1.2.10 Hasil Deskripsi Invertebrata duri babi

·         Echinodermata ( lili laut )
Ø  Deskripsi bagian kepala tidak menampakan apa – apa
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini hanya memilik satu badan dengan menyerupai cabang – cabang dan memiliki mulut disepanjang spesies
Ø  Deskripasi bagian ekor tidak menampakan apa – apa

Gambar 3.1.2.11 Hasil Deskripsi Invertebrata lili laut
·         Echinodermata ( taripang )
Ø  Deskripsi bagian kepala tidak menampakan apa – apa
Ø  Deskripsi bagian badan  spesies ini memiliki satu mulut dan satu anus dengan warna coklat bintik – bintik hitam, memiliki panjang 22,5 cm dan lebar 12 cm
Ø  Deskripasi bagian ekor tidak menampakan apa – apa
Gambar 3.1.2.12 Hasil Deskripsi Invertebrata taripang

c. Brachiopoda
·         Brachiopoda ( atypa )
Ø  Memiliki bentuk kamar berbentuk ceper seperti tempurung ( elips ), memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral delapan dan dorsal delapan, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis – garis  berwarna putih kecoklatan, dengan komposisi mengandung CaCO3
                        Gambar 3.1.2.13 Hasil Deskripsi Invertebrata atypa

·         Brachiopoda ( platyrachella )
Ø  Memiliki bentuk kamar berbentuk seperti mangkuk, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral enambelas dan dorsal tiga puluh satu, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis – garis kasar dengan warna putih dan bintik – bintik merah, dengan komposisi mengandung CaCO3
      Gambar 3.1.2.14 Hasil Deskripsi Invertebrata platyrachella
·         Brachiopoda ( lepidocylus )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips menajam, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral dua puluh satu dan dorsal empat puluh, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis – garis melengkung, dengan komposisi mengandung CaCO3
      Gambar 3.1.2.15 Hasil Deskripsi Invertebrata lepidocylus

·         Brachiopoda ( coposita )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips memanjang, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral empat dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis – garis memanjang dengan warna abu – abu keputihan, dengan komposisi mengandung CaCO3
      Gambar 3.1.2.16 Hasil Deskripsi Invertebrata coposita


·         Brachiopoda ( panope )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips memanjang, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral tiga puluh dua dan dorsal dua puluh lapan, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis – garis memanjang dengan warna putih kekuningan, dengan komposisi mengandung CaCO3
           Gambar 3.1.2.17 Hasil Deskripsi Invertebrata panope
d. molluca
·         Mollusca ( cypraedia )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral tidak ada dan dorsal dua, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis berwarna hitam kecoklatan, dengan komposisi mengandung CaCO3
      Gambar 3.1.2.18 Hasil Deskripsi Invertebrata cypraedia

·         Mollusca ( sycostoma )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips memanjang, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral tujuh dan dorsal lima belas, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis berwarna hitam kecoklatan, dengan komposisi mengandung CaCO3
           
            Gambar 3.1.2.19 Hasil Deskripsi Invertebrata sycostoma

·         Mollusca ( conus )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral tidak ada dan dorsal dua, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis berwarna merah dan warna pungun hitam keputihana, dengan komposisi mengandung CaCO3
            Gambar 3.1.2.20 Hasil Deskripsi Invertebrata conus

·         Mollusca ( solariella )
Ø  Memiliki bentuk kamar membundar, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral sembilan dan dorsal Sembilan belas, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai garis berwarna putih dengan coklat dan kekuningan, dengan komposisi mengandung CaCO3
                                    Gambar 3.1.2.21 Hasil Deskripsi Invertebrata solariella

·         Mollusca ( caricella )
Ø  Memiliki bentuk kamar elips, memiliki aperture satu, jumlah kamar ventral dan dorsal satu, jumlah putaran bagian ventral  delapan dan dorsal dua belas, hiasan pada punggung fosil ini mempunyai warna hitam putih kekuningan, dengan komposisi mengandung CaCO3
      Gambar 3.1.2.22 Hasil Deskripsi Invertebrata caricella










e. Coelenterata
·         coelenterata ( porites )
Ø  Memiliki bentuk kamar bercabang - cabang, memiliki aperture primeri, jumlah kamar ventral dan dorsal banyak, jumlah putaran bagian ventral dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini memiliki pori – pori pada setiap cabang, dengan komposisi mengandung CaCO3

Gambar 3.1.2.23 Hasil Deskripsi Invertebrata porites

·         coelenterata ( alprola )
Ø  Memiliki bentuk kamar meruncing dan bercabang - cabang, memiliki aperture primeri, jumlah kamar ventral dan dorsal banyak, jumlah putaran bagian ventral dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini memiliki pori – pori pada setiap cabang, dengan komposisi mengandung CaCO3
Gambar 3.1.2.24 Hasil Deskripsi Invertebrata alphora



·         coelenterata ( acropora )
Ø  Memiliki bentuk kamar bercabang - cabang, memiliki aperture primeri, jumlah kamar ventral dan dorsal banyak, jumlah putaran bagian ventral dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini memiliki warna coklat keputihan dan pori – pori pada setiap cabang, dengan komposisi mengandung CaCO3
Gambar 3.1.2.25 Hasil Deskripsi Invertebrata acropora
                                                                                                         
·         coelenterata ( haimesiastraea )
Ø  Memiliki bentuk kamar meruncing, memiliki aperture primeri, jumlah kamar ventral dan dorsal banyak, jumlah putaran bagian ventral dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini memiliki pori – pori berwarna keputihan, dengan komposisi mengandung CaCO3
Gambar 3.1.2.26 Hasil Deskripsi Invertebrata haimesiastraea

·         coelenterata ( favosites )
Ø  Memiliki bentuk kamar berbentuk tabung, memiliki aperture primeri, jumlah kamar ventral dan dorsal banyak, jumlah putaran bagian ventral dan dorsal tidak ada, hiasan pada punggung fosil ini bebrbentuk tabung dengan warna kemerahan, dengan komposisi mengandung CaCO3
Gambar 3.1.2.27 Hasil Deskripsi Invertebrata favosites

3.2 VERTEBRATA

3.2.1 Hasil Deskripsi Vertebrata

a.      Identifikasi Pisces
·         Pisces ( ikan kepala tima )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut, dua insang satu di sebelah kiri dan yang satu lagi di sebelah kanan
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki dua sirip bagian kiri dan kanan, memiliki lubang anus di bagian perut
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu ekor
Gambar 3.1.2.28 Hasil Deskripsi vertebrata ikan kepala timah

·         Pisces ( ikan baju kaos )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut dengan corak hitam kemerahan,memiliki insang
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki empat sirip dua sirip bagian bawah dan dua sirip bagian atas, memiliki lubang anus di bagian perut
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki sirip ekor bercabang

Gambar 3.1.2.29 Hasil Deskripsi vertebrata ikan baju kaos

b.       Identifikasi reptile
·         Reptile ( cicak)
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki dua kaki dengan lima jari kiri dan lima jari kanan, memiliki dua tangan dengan lima jari kiri dan kanan.
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki sisik – sisik dengan warna  coklat kemerahan
Gambar 3.1.2.30 Hasil Deskripsi vertebrata cicak
·         Reptile ( ular tanah)
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut dikelilingi oleh sisik - sisik
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki sisik dengan warna coklat hitam dan keputihan
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki sisik – sisik dengan warna coklat dan hitam

Gambar 3.1.2.31 Hasil Deskripsi vertebrata ular tanah

·         Reptile  ( kodok )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki dua tangan dengan empat jari kiri dan kanan, dua kaki dengan lima jari kanan dan lima jari kiri
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu anus
Gambar 3.1.2.32 Hasil Deskripsi vertebrata kodok

c.    Identifikasi Aves
Aves ( Burung Gereja )
Ø   Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut, dikelilingi bulu – bulu halus dengan warna coklat kehitaman, satu leher, satu hidung
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki satu sayap kiri besar dan satu sayap kanan besar, tiga belas sayap kecil bagian kiri dan kanan, dua kaki dengan empat jari kiri dan kanan.
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu lubang anus, satu ekor berbentuk cabang dua
Gambar 3.1.2.33 Hasil Deskripsi vertebrata burung gereja
d.   Identifikasi Mamalia
Mamalia ( anjing )
Ø  Deskripsi bagian kepala spesies ini memiliki dua mata, satu mulut, satu hidung, dua mata, dua telinga, memiliki bulu panjang di bagian mulut dan hidung
Ø  Deskripsi bagian badan spesies ini memiliki dua tangan, dan mempunyai 4 jari bagian kiri dan kanan, dua kaki dengan empat jari kiri dan kanan, memiliki satu kelamin.
Ø  Deskripsi bagian ekor spesies ini memiliki satu lubang anus, satu ekor yang memanjang dan memiliki bulu halus pada bagian ekor.

Gambar 3.1.2.35 Hasil Deskripsi vertebrata anjing
BAB IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
            Dari praktikum diatas dapat di simpulkan  bahwa Invertebrata adalah organisme yang paling berlimpah di bumi. Mereka menempati hampir semua habitat, mereka dapat ditemukan merayap, terbang, berenang atau mengambang. Invertebrata adalah hewan tanpa tulang punggung. Hewan ini tidak memiliki kerangka internal yang terbuat dari tulang. Invertebrata memainkan peran penting dalam ekosistem bumi.
            Vertebrata adalah subfilum dari Chordata, mencakup semua hewan yang memiliki tulang belakang yang tersusun dari vertebra. Vertebrata adalah subfilum terbesar dari Chordata. Ke dalam vertebrata dapat dimasukkan semua jenis ikan (kecuali remang, belut jeung, "lintah laut", atau hagfish), amfibia, reptil, burung, serta hewan menyusui. Kecuali jenis-jenis ikan, vertebrata diketahui memiliki dua pasang tungkai.Vertebrata memiliki sistem otot yang banyak terdiri dari pasangan massa, dan juga sistem saraf pusat yang biasanya terletak di dalam tulang belakang. Sistem respirasi menggunakan insang atau paru-paru.










DAFTAR PUSTAKA
Materi paleontology, Teknik Geologi Unipa, 2015











LAMPIRAN